<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="993">
<titleInfo>
<title>Maaf, Ini Teh Berani</title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Raprap, LZ</namePart>
<role><roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
<genre authority="marcgt">bibliography</genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm></place>
<publisher>BPK Gunung Mulia</publisher>
<dateIssued>2015</dateIssued>
<issuance>monographic</issuance>
<edition>5</edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code">id</languageTerm>
<languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd">Text</form>
<extent>147 hal; 14x21cm; soft cover</extent>
</physicalDescription>
<note>“Saudara-saudara, orang Kristen itu harus selalu bersukacita. Apa pun yang terjadi kita harus selalu bersukacita. Sekalipun kekasih kita meninggal, kita harus selalu bersukacita. Kemarin dulu istri saya meninggal,” kata bapak tersebut, “Tetapi saya tidak menangis. Bahkan ketika istri saya mengembuskan napas terakhir, saya tertawa terbahak-bahak...ha ha ha.” 

Apakah karena orang Kristen harus selalu bersukacita, lalu mereka tidak boleh menangis? Jika ini sulit dijawab dan membuat kita heran, mungkin kita akan lebih heran lagi jika hal ini ternyata menjadi bahan renungan Pendeta L.Z. Raprap, sang pendeta humoris. Dengan sindiran halus, ilustrasi yang jenaka, dan kupasan yang cerdas, Pendeta Raprap menegur kealpaan dan kelalaian orang percaya, sekaligus membawa mereka menuju pengertian yang benar akan Firman Tuhan. 

Disertai dengan CD berisi khotbahnya, Anda dapat mencicipi dan membuktikan sendiri khotbah Pendeta Raprap yang hadir dengan “aroma” khasnya : masih jenaka, tetap lugas, selalu kritis, dan tepat sasaran.</note>
<classification>NONE</classification><identifier type="isbn">9789796877652</identifier><location>
<physicalLocation>Perpustakaan GKI Kota Wisata Cintailah Buku dan Membacalah</physicalLocation>
<shelfLocator>B07.Rap.M</shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1">1002</numerationAndChronology>
<sublocation>Perpustakaan GKI Kota Wisata</sublocation>
<shelfLocator>B07.Rap.M</shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:image>MaafIniTehBerani.JPG.JPG</slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier>993</recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-12-18 08:52:01</recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-02-12 19:49:38</recordChangeDate>
<recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>